Kapan Waktu yang Tepat untuk Berpuasa di Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah Rasulullah?
ilustrasi
Selasa (22/8/2017) sore sudah masuk tanggal 1 bulan Dzulhijjah untuk penanggalan Hijriyah. Artinya Anda dapat mulai melakukan beberapa amalan sunnah yang istimewa dan dianjurkan untuk dilakukan pada bulan ini. Salah satunya adalah puasa.
Sebuah hadits terkait amalan-amalan sunnah yang dapat dikerjakan oleh kaum muslimin dan muslimah sejak tanggal 1 Dzulhijjah, adalah yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).”
Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas).
Adapun amal sholeh yang dapat dilakukan tentu bermacam-macam, termasuk puasa. Ini juga dapat dilihat dalilnya dari sebuah hadits Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah…,” (HR. Abu Daud no. 2437.)
Karena itu, beberapa sahabat Nabi pun menerapkan amal sholeh berupa puasa di 9 hari awal Dzulhijjah tersebut, misalnya Ibnu ‘Umar. Al Hasan Al Bashri, Ibnu Sirin dan Qotadah yang dikenal sebagai ulama besar di jamannya pun melakukan sunnah tersebut.
Adapun dari beberapa pendapat ulama, disebutkan bahwa boleh berpuasa secara berurutan mulai tanggal 1-9 Dzulhijjah atau pun melakukannya tidak seluruh hari dan hanya beberapa hari yang dapat dilakukan.
Yang paling utama dilakukan adalah puasa di hari Arafah, sebab dalam sebuah hadits disebutkan bahwa puasa Arafah pahalanya setara dengan menghapuskan dosa dua tahun.
Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).
Puasa Arafah dilakukan saat jamaah haji di tanah suci sedang berada di padang Arafah. Anda yang berada di tanah air dapat turut mendapatkan pahalanya dengan melakukan puasa sunnah Arafah, yakni tanggal 9 Dzulhijjah nanti. Wallahu ‘alam bishowab.
Sumber: sidomi
Kabarkabari.id

Post a Comment