Marak Berita Anak yang Nekat Bunuh Diri, Ini Sentilan untuk Para Orangtua
ilustrasi
SUDAH sepekan berlalu, video yang menjadi viral di media sosial masih menjadi perbincangan netizen. Video tentang 2 perempuan yang terjun dari apartemen di Bandung yang nekat bunuh diri.
Berdasarkan penelusuran Okezone dari berbagai sumber, warga sekitar menyatakan bahwa mereka mangalami depresi sejak ibu kandungnya meninggal dunia. Diketahui dua perempuan tersebut ialah kakak beradik EP (34) dan ES (28).
Senior Psikolog sekaligus konsultan, Elly Risman, menilai ada kesalahan pola asuh yang diterapkan orangtua kepada si anak. Sehingga ketika dewasa ketahanan diri mereka tidak terbentuk. Kemudian mereka tumbuh menjadi pribadi yang ringkih dan mudah depresi.
"Jika Anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ-nya. Apa itu AQ? Adversity Quotient," tulisnya dikutip Okezone.
Menurut Paul G. Stoltz, AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.
"Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?," sambung Elly.
Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya. Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar-benar tidak sanggup lagi.
"So, izinkanlah anak Anda melewati kesulitan hidup. Tidak masalah anak mengalami sedikit luka, sedikit menangis, sedikit kecewa,sedikit telat, dan sedikit kehujanan," urai psikolog dari Universitas Indonesia ini.
Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan. Ajari mereka menangani frustrasi. Kalau Anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel, apa yang terjadi jika Anda tidak bernafas lagi esok hari? Bisa-bisa anak Anda ikut mati.
"Sulit memang untuk tidak mengintervensi, ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih. Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi.
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua," paparnya.
Ia menambahkan, sadarilah hidup tidak mudah, masalah akan selalu ada, dan anak harus bisa bertahan. Melewati hujan, badai, dan kesulitan yang kadang tidak bisa dihindari. "Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yang kokoh dan mandiri," tutupnya.
Sumber: okezone
Kabarkabari.id

Post a Comment