Sebut Menilai Presiden Di Media Sosial Tidak Etis, Politisi Golkar: Jokowi Adalah Presiden Yang Dipilih Rakyat, Hormati Secara Kelembagaan Bukan Hanya Pribadinya
![]() |
| Ilustrasi |
"Saya kira sangat tidak etis seorang Presiden digambarkan seperti binatang, sebagaimana terlihat dalam gambar-gambar di media sosial itu," kata Ace kepada wartawan, Minggu (20/8).
Ace mengatakan, di era demokrasi, kritik merupakan hal yang wajar. Namun diharapkan kritik yang disampaikan bersifat konstruktif.
"Kita boleh mengkritisi Presiden. Kita bebas mengkritisi Pemerintahan Jokowi. Alangkah lebih baiknya jika yang dikritisi itu adalah kebijakan bukan personal Presiden," katanya.
Kritik itu, tambah Ace, harus disampaikan dengan cara menjunjung tinggi etika dalam kehidupan demokrasi kita.
"Salah satu etika dalam berdemokrasi dengan mengedepankan saling menghormati dan menghargai," pungkasnya.
Menurutnya, setiap negara punya hak untuk tidak puas terhadap kinerja pemerintahan. Namun tentu responnya harus dengan cara-cara yang lebih beretika. Bukan dengan menyamakan pribadi Jokowi dengan binatang.
"Bagaimanapun beliau ini Presiden yang dipilih rakyat Indonesia. Beliau adalah simbol negara. Hormati beliau secara kelembagaan bukan hanya pribadinya," kata politisi Golkar itu.
Sebelumnya, seorang warga Sumatera Utara mengunggah foto dan tulisan bernada menghina Presiden melalui Facebook.
Pelaku yang bernama asli Muhammad Farhan Balatif (18) itu dilaporkan oleh Brigadir Ricky Swanda dalam laporan bernomor LP/444/VII/2017/Reskrim tertanggal 16 Juli 2017 di Polrestabes Medan.
Sumber: rmol
Kabarkabari.id

Post a Comment