Header Ads

Waspada! Bercak Merah pada Mata Ternyata Bisa Disebabkan karena Ini

ilustrasi

SERING melihat monitor komputer bisa menimbulkan bercak merah pada mata. Namun selain itu, ada faktor lain yang menjadi pemicunya? Bercak merah pada mata ada banyak jenisnya.

Salah satunya adalah timbulnya pembuluh darah di permukaan mata, di bagian putih bola mata. Hal ini terjadi akibat kondisi melihat objek secara lama seperti melihat monitor, melihat HP, atau pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi.

Akibatnya, kebutuhan oksigen pada bola mata meningkat, sehingga tubuh berusaha mengompensasi dengan membuat membuat pembuluh darah baru (neovaskularisasi) agar kebutuhan oksigen tetap dapat terpenuhi.

Pembuluh darah baru tersebut akan menetap dan tidak akan menghilang, sekalipun faktor pemicunya sudah tidak ada lagi. Selain kondisi diatas bercak merah pada mata, dapat juga disebabkan oleh hal-hal berikut ini.
 Apa saja penyebab bercak merah pada mata? 1. Pterygium Pterygium adalah penyakit mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata sekaligus.

Penyakit yang termasuk lesi nonkanker ini jarang menyebabkan komplikasi berbahaya. Tetapi jika terus tumbuh dan tidak ditangani, pterygium bisa menyebar sampai menutupi pupil mata sehingga mengganggu penglihatan penderitanya dan terlihat bercak merah pada mata. Pada umumnya, pterygium hanyalah berupa tumbuhnya selaput pada permukaan bola mata tanpa ada keluhan lain.

Namun kadang kondisi ini juga dapat disertai oleh gejala yang meliputi mata merah, iritasi, gatal, atau perih pada mata, pandangan samar atau kabur dan terasa ada yang mengganjal di mata apabila selaput pterygium tebal atau lebar. Penyebab di balik pterygium belum diketahui secara pasti. Namun kondisi ini lebih banyak terjadi pada mereka yang sering melakukan aktivitas luar ruangan.

Paparan sinar matahari, debu, asap, serta angin diduga berpotensi meningkatkan risiko pterygium. Mata yang kering juga diduga bisa menjadi faktor pemicu. 2. Xerophthalmia Xeropthalmia adalah penyakit mata progresif yang ditandai dengan mata yang kering. Penyakit ini dapat mengakibatkan kerusakan serius pada kornea mata dalam bentuk bercak putih dan tukak kornea.

Jika tidak diobati, kondisi ini bisa mengarah pada kebutaan. Penyebab utama dari munculnya xerophthalmia adalah kekurangan vitamin A atau retinol. Fungsi vitamin A sendiri adalah untuk menghasilkan sel fotoreseptor pada retina sehingga mata dapat melihat cahaya sepenuhnya. Selain itu, vitamin A juga dibutuhkan untuk memberi nutrisi pada bagian lain dari mata, termasuk kornea.

Bagian bening pada permukaan depan mata ini membutuhkan vitamin A agar dapat menghasilkan cairan yang memadai untuk menjadi pelumas mata. Kelompok orang yang rentan menderita xerophthalmia adalah wanita hamil dan anak-anak. Sekitar 4,4 juta anak usia balita dan 6 juta wanita hamil mengalami xerophthalmia setiap tahun. Penanganan xerophthalmia harus dilakukan segera dengan terapi suplemen vitamin A.

Namun, penanganan tersebut tergantung dari kondisi dan gejala yang dialami penderita. Xerophthalmia biasanya ditandai dengan kondisi konjungtiva yang mengering, menebal, serta mulai berkerut. Gejala lain yang berkaitan dengan mata kering di antaranya, pandangan menjadi kabur, kelelahan pada mata, nyeri dan bercak merah pada mata, kelopak mata menjadi tebal, penurunan kemampuan dalam pekerjaan yang membutuhkan ketajaman penglihatan dan ketelitian. 3. Pinguecula Pinguecula merupakan pertumbuhan berlebih pada konjungtiva mata.
Kondisi ini dapat berkembang dipicu oleh sinar matahari, iritasi kronis, dan udara kering. Pinguecula tidak menimbulkan gejala pada pasien, kecuali mengalami radang dengan rasa tidak nyaman atau memerah. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mata Anda untuk pemeriksaan dan evaluasi.

Dokter akan melakukan pemeriksaan langsung pada mata Anda. Kondisi radang dapat diobati dengan obat mata yang diresepkan dokter Anda. Bila diperlukan, Anda dapat berdiskusi dengan dokter mata untuk operasi pengambilan penguecula. Yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kondisi ini semakin berkembang adalah dengan mencegah risiko paparan matahari dan faktor pemicu lainnya. Bila Anda menggunakan lensa kontak, maka gunakanlah sesuai prosedur yang sesuai.

Gunakan kacamata untuk mencegah paparan mata hari langsung. Bila mata Anda lelah, atau tubuh Anda lelah, istirahatlah untuk membantu mengurangi resiko iritasi atau radang pada mata. Demikian ditulis situs Hellosehat.

Sumber: lipo
Kabarkabari.id

No comments