Header Ads

Ini Saran Dokter Agar Ibu Menyusui dan Bekerja Tetap Bisa Puasa

Kabarkabari.id -
Ilustrasi

Menjadi ibu menyusui tidak menjadi halangan untuk tetap berpuasa. Berdasarkan penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap ibu menyusui dan puasa diketahui bahwa puasa yang dilakukan dalam periode singkat dan ada masa dicukupi cairan dan nutrisinya pada saat sahur dan berbuka tidak mempengaruhi produksi ASI dan tidak mengganggu pertumbuhan bayi.

Hal ini disebabkan ASI dibentuk dari zat-zat yang didapat dari tubuh ibunya, bahkan walaupun ibu berstatus gizi buruk seperti kondisi marasmus komposisi ASI lengkap dengan kondisi lemak yang sedikit berkurang. Prinsip produksi ASI mengikuti irama Supply Meet Demand, semakin sering dikeluarkan semakin banyak diproduksi hal ini menunjukan bahwa produksi ASI tidak dipengaruhi oleh berapa banyak asupan yang masuk, kecuali pada kondisi ekstrim seperti dehidrasi berat atau puasa lama tanpa sahur dan berbuka.

"Namun, perlu diingat jika tubuh ibu terasa lemas atau haus luar biasa saat berpuasa sebaiknya berbuka, dengarkan tubuh Anda," saran dr Gita Tiara P, Konselor laktasi di RS Meilia Cibubur, dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (28/5/2017).

Namun bagaimana jika ibu menyusui dan bekerja bisa tetap berpuasa? dr Gita menyarankan agar memerah ASI tetap dilakukan selama di tempat kerja secara rutin dari kedua payudara. Hasil perah tidak menjadi indikator produksi ASI di payudara karena memerah ASI dipengaruhi banyak hal mulai dari kenyamanan saat perah, alat perah, tempat memerah, stres di pekerjaan, dan lain sebagainya.

"Ingat kuncinya dengarkan tubuh Anda, jika dirasa haus luar biasa atau tubuh lemas sebaiknya berbuka," tegasnya.

Asupan gizi yang cukup dan cairan yang cukup membantu kondisi ibu saat berpuasa. Saat sahur dan berbuka pastikan makan makanam bergizi lengkap dan seimbang lalu ditambahkan lagi setelah tarawih sehingga frekuensi makanan tetap tiga kali dalam sehari. Selama sahur dan berbuka pastikan cairan cukup.

"Makan tetap tiga kali sehari dengan gizi yang lengkap dan seimbang, dimana menunya mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak serta vitamin dan mineral," jelasnya.

Hindari makanan instan dan cepat saji, konsumsi buah dan sayur rutin. Cukupi kebutuhan istirahat saat tidur malam hari, atau di siang hari mengikuti irama tidur bayi. Jika ibu merasa lelah kalau memungkinkan silakan delegasikan tugas rumah tangga pada asisten atau orang lain di rumah, jika tidak memungkinkan maka utamakan kesehatan ibu dan bayi dulu.

"Intinya, tidak ada halangan bagi ibu menyusui untuk tetap menjalankan kewajiban berpuasa, frekuensi makan tetap dengan waktu yang berubah. Dengarkan kebutuhan tubuh Anda, jika tidak sanggup silakan berbuka. Selamat berpuasa, menyusuilah dengan keras kepala," tegas dr Gita.

Sumber: netralnews

No comments