Sehat Berpuasa bagi Anemia
Kabarkabari.id -
Bagi penderita anemia tidak ada salahnya mencoba berpuasa selama Ramadan. Berikut tips dari dr Laila Hayati, SpGK dari RS Meilia Cibubur.
Dokter Laila Hayati juga memberikan tipsnya bagi penderita diabetes. Berikut yang perlu diperhatikan bagi mereka penderita diabetes:
Sumber: netralnews
![]() |
| Ilustrasi |
Bagi penderita anemia tidak ada salahnya mencoba berpuasa selama Ramadan. Berikut tips dari dr Laila Hayati, SpGK dari RS Meilia Cibubur.
- Pilih sumber protein dengan kandungan zat besi hewani lebih dominan (daging merah, ikan) karena mudah diserap tubuh.
- Bila hendak dikombinasikan dapat dikonsumsi dengan sumber makanan mengandung zat besi nabati (kacang, bayam merah).
- Hindari bahan makanan yg menghambat serapan zat besi seperti telur, susu & teh, agar tidak dikonsumsi bersamaan degan makanan.
- Konsumsi vitamin C (jeruk dll) segera setelah makan agar penyerapan zat besi dari makanan lebih maksimal.
- Konsumsi teh, susu dan telur, sebaiknya dilakukan setelah makan dengan durasi 3 jam, agar serapan zat besi sebelumnya optimal.
- Dalam berpuasa, tetapkan takaran dan pola makan yg tidak berlebihan, cukup dan berimbang dalam jumlah asupan nutrisi.
Dokter Laila Hayati juga memberikan tipsnya bagi penderita diabetes. Berikut yang perlu diperhatikan bagi mereka penderita diabetes:
- Diskusikan dan komunikasikan dengan dokter Anda, terkait dengan saran atas kondisi kesehatan aktual diabetisi dalam kelolaan berpuasa di bulan suci Ramadan, agar tepat dalam melaksanakan ibadah.
- Jaga jenis konsumsi manakan, jangan berlebihan. Pilih sesuai takaran dan kadar yang sesuai serta sehat tidak berasal dari manis buatan namun bisa dikonversi menjadi asupan buah dan sayur.
- Pola makan pada bulan puasa berubah, maka perlu dengan jelas memperhatikan secara teratur kondisi kesehatan yang terjadi karena berubahnya siklus konsumsi tersebut.
- Waspadai kondisi fluktuasi kadar gula darah, Hipoglikemi (penurunan kadar gula darah secara drastis) disertai dengan kondisi lemas, laparn berdebar, berkeringat bahkan dapat sampai pada kondisi pingsan maka jangan dipaksakan untuk meneruskan berpuasa.
- Kenali pula kondisi berkebalikan Hiperglikemia (kenaikan kadar gula darah yang meningkat tinggi) yang dapat memicu gejala ketoasidosis seperti haus dan buang air kecil dalam jumlah yang banyak, sehingga berpotensi dehidrasi.
- Lakukan kontrol secara berkala pada kondisi kesehatan dengan indikator gula darah anda, baik secara individu maupun ke dokter Anda, agar ibadah berpuasa dibulan ramadhan ini dapat dijalankan dengan kondisi yang prima.
Sumber: netralnews

Post a Comment