Header Ads

Keren, Muslimah Asal Indonesia Jadi Wakil Mahasiswi di Inggris

Kabarkabari.id -
Ilustrasi

Tak sedikit orang yang memandang perempuan berhijab sebelah mata. Pasalnya, beberapa orang menganggap hijab hanya akan membatasi kegiatan perempuan.

Namun perempuan asal Jakarta yang kini menetap di London, Inggris, berhasil menepis tanggapan tersebut. Ia adalah Dewi Nur Aisyah.

Dengan hijab syari yang selalu menghiasi penampilannya, Dewi berhasil menjadi perwakilan mahasiswi PhD yang berada di Inggris, dari Faculty of Population Health Sciences di University College London.

Perempuan yang sudah menikah dan memiliki satu putri ini bukan tanpa hambatan bisa duduk di kampus yang masuk peringkat 10 besar terbaik di dunia tersebut. Dirinya mengakui, perjuangan ke Inggris diwarnai derai air mata. Namun, di samping usaha kerasnya, dirinya pun menyerahkan segala hasil upaya kepada Sang Pencipta.

"Saya ingat betul 6 tahun lalu saya cukup bingung menentukan akan kuliah di universitas mana, tidak tahu takdir Allah akan membawa saya kemana. Qadarullaah.. Allah memilihkan ICL untuk saya (meskipun perjuangan ke Inggris pertama kali pun berurai air mata), yang saat itu menempati peringkat 4 terbaik di dunia," tulis Dewi yang berbagi kisah pada akun Facebooknya, Dewi Nur Aisyah.

Dewi yang pernah kuliah di Universitas Indonesia jurusan Epidemiologi ini mengaku hanya ingin menimba ilmu di sumber terbaiknya. Ia berharap, lewat ilmunya kelak bisa dipergunakan untuk kepentingan bangsa Indonesia.

"Saya ingin menimba ilmu di sumber terbaiknya, sehingga ilmu yang didapatkan di sana akan saya pergunakan untuk kemaslahatan bangsa. Dan saya mengambil jurusan yang memang masih cukup advance namun 'awam' di Indonesia, agar ilmu itu bisa saya sebarluaskan kepada generasi selanjutnya." lanjutnya.

Dewi yang kini menetap di Inggris bersama suami dan anaknya juga berpesan bagi yang ingin sekolah di luar negeri, agar jangan hanya mengejar prestis semata.

"bagi saya kuliah di LN itu bukan sekedar mengejar prestige, sayang kalau 1 atau 2 tahun kuliahnya enggak bernilai pahala. Lelah, penat dan air mata kita menjalaninya tidak terhitung sebagai amalan di sisi-Nya." paparnya.

Untuk itu, Dewi menyarankan untuk siapapun agar meluruskan niat dari awal saat mengerjakan sesuatu. Hal ini agar apa yang kita kejakan bisa membawa keberkahan.

"Maka sedari awal, luruskanlah niat kita. Agar apapun yang dikerjakan menghadirkan keberkahan dari-Nya." tutupnya.

Sumber: arah

No comments