Header Ads

Terkait Praktik Kejahatan Yang Dilakukan Warga Cina, Polisi Surati pengelola Graha Famili Mengenai SOP Penyewaan Rumah


Tak ingin kecolongan lagi dengan masuknya warga negara asing (WNA) yang melaksanakan praktik kejahatan , Satreskrim Polrestabes Surabaya melayangkan surat kepada pihak pengelola perumahan elit Graha Famili di daerah Wiyung.

Tujuannya , polisi meminta pihak administrasi untuk menjelaskan standard operational procedure (SOP) terhadap warga yang menempati perumahan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Mohammad Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya sudah melayangkan surat seruan klarifikasi tersebut , Senin pagi (31/1). Surat berisikan kesediaan pihak pengelola perumahan Graha Famili untuk menjelaskan mekanisme penyewaan , pendataan , dan pengawasan terhadap orang-orang yang menghuni rumah elite .

"Kami minta penjelasan , alasannya yaitu ketika berada di lokasi dan memeriksa saksi-saksi , kebanyakan mereka tidak tahu adanya acara WNA di perumahan tersebut. Sehingga , hal ini perlu kami dalami ," ungkap Iqbal.

Setelah mengirimkan surat tersebut , Iqbal berharap supaya pihak manajamen perumahan Graha Famili segera menanggapi. Sehingga , pihaknya mampu melaksanakan langkah-langkah pencegahan dan memaksimalkan babinkamtibmas untuk ikut bertanggung jawab dalam proses pengawasan perumahan. “Semoga mampu secepatnya direspons ," harapnya.

Iqbal mengatakan bahwa pengawasan di kompleks perumahan tersebut sangat longgar. Apalagi , para WNA yang terlibat dalam kasus penipuan online jaringan internasional asal Tiongkok tersebut tidak datang secara bersamaan.

Mereka datang satu per satu dan menghuni rumah mewah yang disewa dengan tarif Rp 150 juta tersebut. Hal ini tentu semakin menyulitkan warga atau kepolisian untuk melaksanakan identifikasi terhadap para WNA. "Ini menjadi evaluasi kita bersama , supaya lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan melaporkan kepada kami jikalau terdapat tanda-tanda kejanggalan ," lanjut Iqbal.

Ia juga mengatakan akan membentuk satgas khusus dari anggota jasus untuk mengawasi eksistensi orang abnormal yang ada di Surabaya. Hal ini merupakan upaya preventif kepolisian , khususnya Polrestabes Surabaya , untuk mencegah kasus serupa terjadi kembali.

"Tidak hanya di Graha Famili , kami juga akan melaksanakan pengecekan di perumahan dan apartemen di Surabaya supaya tidak dijadikan markas atau safe house bagi para pelaku kejahatan , khususnya yang dilakukan oleh WNA ," jelasnya.

Sumber: jawapos
Kabarkabari.id

No comments