Header Ads

Wuih... Usul Membentuk Tim Gabungan, Diantara Kasus Penyiraman dan Penyerangan Pada Novel Baswedan Beserta Kasus Suap


PP Pemuda Muhammadiyah menyoroti pernyataan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian soal pembentukan Tim Investigasi Gabungan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menilai , ada dugaan suap terkait penyiraman air keras ke penyidik senior KPK . Dahnil mengatakan , hal berdasar percakapannya dengan Novel beberapa waktu lalu.

"Novel memberikan , mengira Kapolri memiliki bukti dugaan ada suap atau korupsi yang melibatkan pihak oknum kepolisian yang terkait dengan kasus Penyerangan terhadap dirinya ," kata Dahnil dalam rilis yang diterima wartawan , Selasa (1/8).

Karena , Polri mengajak KPK untuk terlibat dalam satu tim untuk membongkar kasus penyerangan terhadap Novel. Sebab , katanya , jikalau tidak ada kasus korupsi , maka undangan Kapolri membentuk tim bersama dengan KPK ialah keliru.

"Karena bukan tupoksi KPK menangani kasus terorisme atau kekerasan menyerupai yang Novel Baswedan alami ," terangnya.

Sebelumnya , KPK menyatakan belum akan bergabung dalam tim gabungan investigasi yang digagas kapolri. Sebab , sesuai tugasnya , menangani perkara pidana umum (pidum) merupakan kewenangan penuh dari kepolisian.

Karena , sampai kini KPK masih menunggu perkembangan hasil penyidikan Polri terkait penyerangan Novel pada 11 April 2017.


Sumber: jawapos
Kabarkabari.id

No comments